Republik Indonesia ternyata punya utang miliaran dolar kepada Belanda dan baru lunas 54 tahun kemudian.
PT Sinar Mas Multifinance melakukan perombakan pengurus setelah RUPST 19 Agustus 2026. Indra Widjaja digantikan oleh Putu Gde Wibawa sebagai Komisaris Utama.
Presiden RI marah besar atas anggaran Proyek Asahan Rp1,7 triliun yang tak kunjung dicairkan. Proyek ini penting bagi industri nasional dan kelistrikan.